Selasa, 24 Januari 2017

Dilema Sarjana Pertanian

Tidak sepenuhnya salah seorang Sarjana Pertanian  bekerja di luar bidang pertanian. Saat ini mungkin kita melihat bahwa sabagian lulusan Sarjana Pertanian bekerja sebagai pegawai bank, jurnalistik, asuransi, marketing, dan lain-lain. Memang lebih baik jika seorang lulusan Sarjana Pertanian bekerja sesuai dengan bidangnya. Tetapi ada beberapa alasan mengapa seorang Sarjana Pertanian bekerja di luar bidang kompetensinya. Kebetulan saya adalah seorang lulusan Sarjana Pertanian. Sebagai orang yang berpengalaman menjadi fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan tidaklah mudah bagi saya, apalagi saya juga ingin bekerja di bidang pertanian sesuai gelar yang saya dapatkan selama kurang lebih 4,5 tahun. Kendalanya adalah saat ini sangat sedikit sekali perusahaan pertanian yang membuka lowongan kerja ataupun lowongan kerja yang membuka untuk lulusan Sarjana Pertanian. Mau tidak mau (kami) Sarjana Pertanian mencari lowongan kerja yang mencantumkan kualifikasi “any major” atau semua jurusan. Salah satunya adalah Bank yang paling banyak membuka lowongan kerja untuk semua jurusan. Apakah salah? Tidak. Karena lulusan Sarjana Pertanian juga sangat dibutuhkan di Bank. Salah satunya adalah untuk menjangkau dan membantu para petani dalam hal peminjaman modal usaha.
Adapun perusahaan-perusahaan pertanian yang membuka lowongannya juga sangat terbatas sekali. Jika ada dan paling banyak membuka lowongan kerja adalah perusahaan-perusahaan pertanian yang terletak di luar Jawa. Kebanyakan perusahaan-perusahaan tersebut juga mencari karyawan pria karena pada dasarnya pekerjaan yang ditawarkan adalah tenaga lapang.
Mungkin itulah dilema yang dialami oleh sebagian seorang lulusan Sarjana Pertanian yang belum bisa bekerja sesuai dengan bidangnya. Sedih juga kalo ada yang meremehkan masalah ini. Karena bagi saya yang terpenting di dunia kerja adalah bagaiman kita bisa bertanggung jawab dan cepat dalam mengambil keputusan. Apapun pekerjaannya yang penting kita bisa memberikan manfaat dan dapat mengembangkan potensi yang kita punya serta halal.
Oh iya, tulisan ini berkaitan dengan seorang pelamar kerja lulusan Sarjana Pertanian yang mencari kerja melalui usahanya sendiri. Beda cerita kalo melalui “jalur instan”.
Sekian.
-Marita FA-


Share:

0 komentar:

Posting Komentar